Fakultas Teknik

Fakultas Teknik Unmuha Sambut 6 Mahasiswa Inbound PMM II 2022

FT UNMUHA – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyambut 6 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di penjuru Indonesia yang mengikuti program Inbound Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) II 2022 di Ruang 7A RKU New Zealand, Kamis, 8 September 2022. Penyambutan para mahasiswa tersebut dirangkai dalam kegiatan temu ramah yang turut dihadiri Dekan FT Unmuha, Dr. Ir. Hj. Hafnidar A. Rani, ST, M.M, IPU, ASEAN Eng, ACPE dan jajarannya. Program PMM merupakan salah satu bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Unmuha sendiri mulai aktif berpartisipasi pada program PMM II 2022. Sementara pada program PMM 1 2021 belum berpartisipasi. Dekan FT Unmuha, Dr. Hafnidar A. Rani, mengatakan dalam program PMM ini, mahasiswa akan mengikuti kegiatan perkuliahan di FT Unmuha selama satu semester. “Dalam kegiatan ini, mahasiswa program sarjana akan studi ke universitas lain, yang berada di luar provinsi,” kata Dr. Hafnidar. Mahasiswa yang mengikuti program ini, lanjutnya, mengambil mata kuliah yang hampir sama dengan universitas asalnya sebanyak 20 SKS. Kemudian, setelah program selesai selama empat bulan akan di konversikan kembali di kampusnya. “Mereka yang ikut program ini ada syaratnya, ada seleksi dan tesnya, bebas memilih universitas mana saja. Setelah seleksi ada yang lulus ada yang enggak. Program ini dibiayai oleh Kemdikbud, supaya mahasiswa keluar provinsi dan mengenal budaya di provinsi lain,” tegas Dr. Hafnidar. Dr. Hafnidar berhadap program ini bisa membuat mahasiswa saling mengenal budaya dan pendidikan provinsi lain. Pengalaman tersebut akan sangat berharga untuk membentuk soft skill mahasiswa dalam mewujudkan cita-citanya di masa depan. Perwakilan Mahasiswa PMM FT Unmuha, Gumintang Ubaidillah, mengatakan dirinya sangat tertarik dengan program PMM, karena selain bisa belajar juga bisa jalan-jalan gratis sambil mendapatkan pengetahuan mengenai ragam budaya dari provinsi lain.S “Saya tertarik ikut program ini. Karena yang pertama kita bisa jalan-jalan gratis sambil belajar. Kita juga bisa merasakan budaya yang beda dari daerah kita, jadi memperluas wawasan,” tutur Gumintang. Ia menjelaskan alasan memilih PMM di Unmuha karena daftar mata kuliah yang ditawarkan cukup lengkap, sehingga membuatnya tertarik. Selain itu, juga budaya budaya Aceh yang cukup terkenal. Saya sudah seminggu. Selama satu semester, di samping belajar, ada modul nusantara, kita menjelajahi budaya disini seperti mengunjungi tempat bersejarah dan bertemu tokoh adat,” ucap Gumintang. Berikut adalah 6 nama mahasiswa yang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2 Tahun 2022 di Fakultas Teknik Unmuha : 1. Nama : Rita Rahmatillah NPM : 2213100458 Dari Universitas : Universitas Madura Dari Fakultas : Teknik (Teknik Sipil) 2. Nama : Gumintang Ubaidillah NPM : 2213100423 Dari Universitas : Universitas Jember Dari Fakultas : Teknik Sipil 3. Nama : Rinda Ayu Fatmawati NPM :2213100456 Dari Universitas : Universitas Merdeka Madiun Dari Fakultas : Teknik Sipil 4. Nama : Ifa Rusanti NPM : 2213100426 Dari Universitas : Universitas Madura Dari Fakultas : Teknik Sipil 5. Nama : Warid Ilzami NPM : 2213100469 Dari Universitas : Universitas Madura Dari Fakultas : Teknik Sipil 6. Nama : Diny Amalia I N NPM : 2213100416 Dari Universitas : Institut Teknologi Nasional Bandung Dari Fakultas : Arsitektur dan Desain

Fakultas Teknik Unmuha Sambut 6 Mahasiswa Inbound PMM II 2022 Read More »

Mengenal 3 Ciri Arsitektur Modern, Mengapa Tak Berlimpah Ornamen?

Sebagian dari Anda pasti pernah mendengar istilah arsitektur modern. Gaya arsitektur ini mulai berkembang pada akhir abad ke-19 ketika terjadi revolusi industri. Mengutip Tempo.co, kemunculan gaya arsitektur modern diawali dari sebuah gedung pencakar langit yang ada di Amerika Serikat. Saat itu, gaya arsitektur ini menjadi respons atas biaya konstruksi yang tinggi dan kurangnya lahan di kota-kota yang ada di Amerika Serikat. Ciri Arsitektur Modern Gaya arsitektur modern berbeda dengan gaya arsitektur lainnya. Arsitektur modern memiliki beberapa ciri-ciri dan berikut ini adalah ciri-cirinya, dikutip dari laman Schumacher Homes. 1. Sedikit ornamen Salah satu ciri paling jelas pada gaya arsitektur modern adalah sedikitnya ornamen pada bangunan rumah. Berbeda dengan gaya arsitektur lainnya yang menggunakan banyak ornamen. Gaya arsitektur modern memandang bahwa ornamen bukanlah sebuah bagian yang penting dalam suatu desain bangunan modern. 2. Ruang terbuka Dalam gaya arsitektur modern, selalu ada ruang terbuka dalam. Hal ini dimaksudkan supaya penghuni rumah bisa merasakan suasana rumah yang tenang dan nyaman. Di samping itu, adanya ruang terbuka juga meberikan sirkulasi udara yang baik di dalam rumah. 3. Jendela besar Gaya arsitektur modern sangat menekankan fungsi dari sebuah bagian yang ada pada bangunan. Jendela kaca besar adalah salah satu hal yang banyak dijumpai pada rumah dengan gaya arsitektur modern. Jendela kaca besar ini berfungsi supaya para penghuni rumah tetap mendapatkan sinar matahari alami meski berada di dalam rumah. Itulah beberapa ciri-ciri dari rumah dengan gaya arsitektur modern.

Mengenal 3 Ciri Arsitektur Modern, Mengapa Tak Berlimpah Ornamen? Read More »

Gaji Insinyur di RI Bisa Tembus Rp 250 Juta/bulan

Pembangunan infrastruktur di Indonesia terus masif dilakukan, mulai dari tempat publik seperti bandara, pelabuhan, bahkan pemerintah Indonesia juga akan membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Mengutip CNBCIndonesia.com, Pembangunan infrastruktur di Indonesia juga berpotensi untuk menarik investor untuk mau berinvestasi di dalam negeri. Pemerintah menyebutkan pembangunan bandara, jalur kereta, pelabuhan, dan bandara untuk bisa mengurangi beban logistik hingga 20%. Lalu berapa gaji seorang insinyur dalam membangun infrastruktur? Merujuk pada riset ‘Indonesia Salary Guide 2020’ buatan Kelly Service, tenaga profesi engineer atau insinyur tentu menjadi salah satu peran terpenting dalam membangun suatu infrastruktur. Maka tak heran, gaji yang bisa diberikan untuk seorang arsitek dengan kualifikasi S1 dan pengalaman kerja 5-8 tahun, bisa digaji dengan range Rp 10 juta sampai Rp 18,5 juta. Sementara itu, tenaga konstruksi atau construction engineer berpengalaman 5-8 tahun bisa digaji dengan rentang Rp 10 juta sampai Rp 23 juta. Sedangkan untuk construction manager pengalaman lebih dari 10 tahun mulai dari Rp 35 juta hingga Rp 57 juta. Selanjutnya contract manager dengan pengalaman lebih dari 10 tahun mulai dari Rp 29 juta hingga Rp 80 juta. Sedangkan untuk fabrication engineer kualifikasi S1 dengan pengalaman kerja 5-8 tahun sebesar Rp 16 juta hingga Rp 38,5 juta. Selanjutnya untuk mechanical rotating atau static engineer pengalaman kerja 5-8 tahun mulai dari Rp 17 juta hingga Rp 35 juta. Tertinggi, untuk posisi head of urban development pengalaman kerja lebih dari 10 tahun sebesar Rp 82,4 juta hingga Rp 250 juta.

Gaji Insinyur di RI Bisa Tembus Rp 250 Juta/bulan Read More »

Kamu Mahasiswa Teknik? Coba Terapkan 5 Jenis Metode Pembelajaran Ini

FT UNMUHA – Di perguruan tinggi banyak jurusan yang bisa dipilih dari rumpun Saintek maupun Soshum. Bagi kamu yang suka belajar dengan praktik, Fakultas Teknik bisa dipilih. Ada banyak sekali jurusan Teknik yang bisa dipilih, mulai dari Teknik Sipil hingga Teknik Industri. Namun tak bisa dipungkiri bahwa memilih jurusan Teknik juga butuh perjuangan karena berbagai tugas dan kuliah praktik. Agar tidak keteteran saat kuliah, mahasiswa jurusan teknik bisa memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, ada 5 metode belajar yang dapat diterapkan bagi mahasiswa Fakultas Teknik. Metode pembelajaran ini tidak hanya memudahkanmu dalam menjalankan aktivitas belajar tapi dapat meningkatkan fokus dan kualitas belajar. Melansir dari laman Fakulas Teknik Universitas Pasundan (Unpas), Kamis (5/5/2022), berikut 5 metode pembelajaran yang bisa diterapkan para mahasiswa Fakultas Teknik. 1. Teknik Pomodoro Teknik Pomodoro diambil dari bahasa Italia yang berarti tomat. Teknik ini dikembangkan oleh mahasiswa bernama Francesco Cirillo pada tahun 80an. Teknik Pomodoro menjadi solusi manajemen waktu dan teknik fokus bagi kamu yang memiliki tugas banyak namun merasa kekurangan waktu. Teknik ini cukup sederhana, kamu hanya perlu bekerja selama 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit. Siklus ini diulang sebanyak 4 kali, setelah 4 siklus terleawti kamu bisa beristirahat lebih lama, yakni sekitar 15-20 menit. Teknik ini dirancang agar mudah diimplementasikan dan memberi hasil yang maksimal dari segi produktivitas. Mahasiswa hanya perlu menyiapkan timer dan daftar tugas untuk menerapkannya. Agar lebih fokus, mahasiswa juga harus mengatur ruang belajar senyaman mungkin agar dapat meningkatkan mood serta memberikan konsentrasi penuh terhadap tugas yang akan diselesaikan. 2. Teknik Feynman Teknik belajar Feynman merupakan teknik belajar yang menitikberatkan tentang bagaimana menyampaikan materi secara sederhana. Teknik ini dikembangkan saintis penerima nobel di bidang fisika tentang Elektrodinamika Kuantum pada tahun 65 yakni Richard Feynman. Dengan menggunakan teknik Feynman kamu akan diajak untuk berpura-pura melihat materi dari sudut pandang pengajar. Selain itu mahasiswa juga harus benar-benar mengerti dan paham dengan materi tersebut. Baru kemudian kamu dapat menyederhanakannya menjadi materi yang mudah dimengerti. Kelemahan teknik ini terletak pada bagaimana tingkat pemahamanmu saat belajar. Namun setelah hal itu teratasi maka kamu dapat dengan mudah menjelaskan bahkan menerapkan materi yang sudah dipelajari. 3. Teknik Eat the Frog Teknik Eat the Frog muncul dalam buku berjudul Eat that Frog! 21 Great ways to Stop Procrastinating and Get More Done in Less Time karya Brian Tracy. Teknik ini diberi nama Eat the Frog (makan katak) sebagai metafora yag mewakili pekerjaan atau kegiatan yang paling penting dan paling susah untuk dikerjakan. Teknik ini cukup sederhana karena hanya dituntut untuk fokus mengerjakan tugas yang paling sulit dan penting terlebih dahulu di pagi hari. Tracy berasumsi bahwa harus menangani tugas tersulit dan terpenting dalam daftar tugasmu. Dalam buku karangan Tracy menguraikan 21 tips manajemen waktu dalam merencanakan, memprioritaskan, dan mengambil tindakan terpenting dalam hidupmu. Kamu hanya perlu menerapkan 5 langkah saja untuk menerapkan teknik ini. Tentukan Katakmu (kumpulan tugas) Pilih tugas yang bisa kamu selesaikan dalam 1-4 jam Pecah tugas menjadi lebih kecil jika diperlukan Persiapkan tugasmu pada malam sebelumnya Makan katakmu (kerjakan tugasmu) 4. Teknik mencatat Cornell Teknik mencatat Cornell merupakan metode untuk mengambil, mengatur, dan meninjau catatan yang berisi materi. Teknik belajar ini dirancang oleh Profesor Walter Pauk dari Cornell University pada tahun 50an. Dalam buku berjudul How to study in College yang ditulis Pauk dapat diambil kesimpulan bahwa teknik ini sangat cocok digunakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan. Teknik ini juga dapat meningkatkan kemampuan dalam mengingat karena dalam praktiknya kamu akan melibatkan tangan dalam proses belajar. Hal itu juga dapat memperkuat ingatan. Penerapan Teknik mencatat Cornell ini cukup mudah. Mahasiswa cukup membagi kertas menjadi tiga bagian dimana bagian terbesar merupakan catatan, bagian kedua terbesar adalah petunjuk, lalu bagian terakhir adalah kesimpulan. 5. Teknik membaca SQ3R Teknik membaca SQ3R merupakan teknik yang sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. Teknik ini bersifat sistematis dan praktek karena seperti kepanjangan dari SQ3R yakni Survey, Question, Read, Recall / Recite, dan Review. Jika sebelumnya saat membaca buku terasa sangat membosankan dan hampir tidak paham isi buku tersebut, dengan menerapkan teknik ini pembaca dituntut untuk membaca secara efektif dan efisien. Hal ini bertujuan agar dapat mengambil pengetahuan dari buku yang sedang kamu baca. Demikian 5 metode pembelajaran yang bisa dicoba mahasiswa Fakultas Teknik. Dengan menerapkan metode pembelajaran sesuai kemampuan diri, kamu tidak akan keteteran menjalani hari-hari menjadi mahasiswa Fakultas Teknik. Sumber : Kompas.com

Kamu Mahasiswa Teknik? Coba Terapkan 5 Jenis Metode Pembelajaran Ini Read More »

FT Unmuha Gelar International Guest Lecture dari UniMAP Bahas Material Konstruksi Rendah Karbon

FT UNMUHA – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyelenggarakan International Guest Lecture bertema ‘Climate Change Crisis: Low-Carbon Material in Building Construction’, Jumat, 23 Juni 2022 via zoom meeting. Kegiatan International Guest Lecture tersebut menghadirkan keynote speaker dari Dean Faculty of Civil Engineering Technology, Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Assoc. Prof. Dr. Afizah Ayob. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FT Unmuha, Dr. Ir. Hj. Hafnidar A. Rani, ST, M.M, IPU, ASEAN Eng, ACPE, Wakil Dekan FT Unmuha, Kaprodi FT Unmuha, para dosen dan mahasiswa. Dekan FT Unmuha, Dr. Ir. Hafnidar, mengatakan program kampus adalah melaksanakan kerjasama atau kolaborasi antar sesama universitas dan fakultas baik dalam negeri maupun luar negeri. Jadi program ini adalah langkah awal kita untuk melakukan kolaborasi di bidang tri dharma perguruan tinggi dengan UniMAP. Khususnya dengan Faculty of Civil Engineering Technology,” kata Dr. Ir. Hafnidar dalam sambutannya. Dr. Ir. Hafnidar juga menyampaikan kedepan Unmuha dan UniMAP akan berkolaborasi baik dalam melanjutkan study maupun dalam guest lecture. Sehingga membuka peluang bagi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk melanjutkan study pascasarjana. Ini langkah awal yang baik, tentunya ada kesepakatan dan program-program lainnya. Kemudian untuk dosen yang ingin melakukan riset, penelitian dengan dosen UniMAP akan kita fasilitasi kerjasamanya. Dan kita libatkan pihak lembaga penelitian LP4M dari Unmuha,” jelas Dr. Ir. Hafnidar. Sementara itu, Dean Faculty of Civil Engineering Technology, Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Assoc. Prof. Dr. Afizah Ayob, menjelaskan ada tiga negri bagian utara Malaysia yang rendah karbon yakni Perlis, Keudah dan Pulau Pinang. “Walaupun karbon dioksida CO2 ini penting untuk dalam menjaga bumi kita dan menyeimbangkan suhu bumi kita. Namun suhu emisi CO2 yang berlebihan yang disebabkan oleh bahan bakar yang banyak mengganggu dan mempercepat pemanasan global warming,” ujar Prof. Dr. Afizah. Menurutnya, perubahan iklim ini dapat berdampak ekologis yang serius seperti banjir, badai ekstrem ataupun kenaikan permukaan laut serta sistem air yang naik. Dari tahun 2010 sampai 2019 selama 9 total emisi CO2 global telat meningkat tinggi. “Utuk mengurangi CO2 kita bisa mulai dari menggunakan kendaraan umum, mengurangi makan daging merah, memilih berjalan kaki dan kita menggunakan botol yang dapat digunakan kembali,” ungkap Prof. Dr. Afizah. Ia menjelaskan dari segi konstruksi, mulailah masyarakat menggunakan material atau bahan konstruksi yang rendah karbon, serta yang ramah lingkungan. Saat ini pembangunan menyumbang CO2 14 gigatonnes emisi gas rumah kaca (GHGs) setiap tahun. Untuk itu, dalam konstruksi perlu dikurangi, sehingga tersisa setengah di tahun 2030 dan nol pada tahun 2050. Hal itu untuk mencapai tujuan Perjanjian Paris 2015 yang bertujuan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 -C di atas tingkat pra-industri. “Kemudian, untuk mendapatkan industri konstruksi di jalur untuk mencapai target iklim global, semua perusahaan perlu mulai mengukur jejak karbon penuh (CF) bangunan,” ungkap Prof. Dr. Afizah. Prof. Dr. Afizah menyebutkan sejak lima tahun lalu, negara maju memiliki CO2 yang tinggi, seperti China, Amerika Serikat, Rusia. Indonesia berada di peringkat 9. Sementara malaysia total CO2 adalah 248,83 Mton tahun 2019. 0.65 persen total world (33,181,072 population 2022). “Ada lima jenis green house effect, karbon dioksida, methane, CFC,s, Ozone, dan Nitrous Oxide. Lima green house effect ini yang sangat parah disituasi gelombang panas yang sedang melanda negara-negara di dunia,” tutur Prof. Dr. Afizah.

FT Unmuha Gelar International Guest Lecture dari UniMAP Bahas Material Konstruksi Rendah Karbon Read More »

Selesai Doktoral, Dosen Teknik Sipil Unmuha Terbitkan Buku Perdana Tentang Sistem Manajemen Klaim Proyek

TS UNMUHA – Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Kemala Hayati, ST, MT, IPM, menerbitkan buku referensi berjudul ‘Sistem Manajemen Klaim Berbasis Sistem Informasi’. “Saya termotivasi menulis buku ini karena sesuai dengan spesifik bidang keilmuan saya. Dalam buku ‘sistem manajemen klaim berbasis sistem informasi’ ini menghasilkan suatu pengembangan kerangka konsep manajemen klaim yang mampu meminimalisir dispute dengan suatu sistem informasi manajemen klaim. Disini saya ingin memaparkan bagaimana mengcreate suatu product system informasi (Web-based) yang terdiri dari: identifikasi risiko dan system preventif, strategi manajemen kontrak, administrasi dan dokumentasi klaim, dan sistem resolusi sengketa konstruksi, yang terintegrasi dalam suatu system informasi berbasis Web dalam bentuk (Executive Information System (EIS) /Rapid Applications Development (RAD)). Dengan begitu, para praktisi dapat mengakses dan menggunakan system ini dalam tahap sebelum terjadi risiko, saat terjadi risiko dan sampai risiko proyek menjadi sengketa. yang berguna sebagai suatu Guidance dalam memanage risiko, strategy manajement contract serta pengelolaan klaim dan sengketa (dispute) konstruksi. Dimana memiliki impact yang cukup signifikan dalam membantu para praktisi industri jasa konstruksi. ” kata Kemala, Selasa, 21 Juni 2022. Selanjutnya Kemala menuturkan bahwa, sistem ini sudah selayaknya kita kembangkan mengingat semua aspek sekarng sudah berbasis digital. Untuk itu, sudah layaknya mengcreate sesuatu yang berbasis website salah satunya, agar dapat memudahkan dan mengefisienkan waktu,” ucapnya. Kemala mengungkapkan, Industri jasa konstruksi merupakan layanan jasa konsultansi konstruksi yang meliputi pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, dan manajemen pelaksanaan konstruksi. Kegiatan proyek konstruksi ini sangat kompleks dan memiliki standar-standar yang selalu diperbarui dan teknologi yang semakin berkembang,” ungkap Kemala. Dalam pelaksanaannya, kata Kemala, industri konstruksi memiliki karakteristik ketidakpastian konstruksi yang cukup tinggi, terkait dengan perkembangan proses, metode, teknik konstruksi, dan juga pengaruh kondisi alam dalam pelaksanaan konstruksi tersebut. Sehingga sering terjadi perubahan dan perbedaan dari kesepakatan awal yang telah dituangkan dalam suatu kontrak konstruksi, yang menyebabkan terjadinya klaim proyek sehingga sensitivitas terhadap faktor fundamental dalam proses identifikasi klaim memainkan peranan penting dalam pengelolaan proyek. “Saya menitik beratkan knowledgenya itu terutama kalau ada sengketa konstruksi jadi kita mulai mengidentifikasi dari awal. Jadi dari sistem manajemen resikonya, kemudian bagaimana mengelola manajemen kontrak, artinya ada strategi manajemen kontrak yg mau kita buat,” ungkap Kemala. Kemudian, lanjutnya, bagaimana membuat administrasi dan dokumentasi klaim yg efektif, serta apabila terjadi sengketa dikemudian hari baik di pengadilan, arbitrase, dispute borad dan lainnya, bisa terselesaikan dengan prosedur yang ada. Kemala menjelaskan dalam proses penulisan buku hanya terkendala dengan waktu. Karena disamping sedang menulis dirinya juga mengajar, melakukan penelitian dan pengabdian, dan membimbing mahasiswa tugas akhir. Kemala berharap bukunya menjadi media dalam membantu para akademisi dan praktisi dalam memahami konsep manajemen klaim dan sengketa (dispute) yang berbasis risiko yang terintegrasi dalam sistem informasi. Sehingga akan meningkatkan pengambilan keputusan (decision making) yang lebih baik dan goals proyek tercapai secara optimal.

Selesai Doktoral, Dosen Teknik Sipil Unmuha Terbitkan Buku Perdana Tentang Sistem Manajemen Klaim Proyek Read More »

Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik UNMUHA

Dosen Teknik Sipil Terpilih sebagai Reviewer Nasional Program Praktisi Mengajar

TS UNMUHA – Salah satu dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Dr. Ir. Hj. Hafnidar A. Rani, ST, M.M, IPU, ASEAN Eng, terpilih sebagai reviewer nasional Program Praktisi Mengajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hafnidar mengatakan pendaftaran reviewer nasional program praktisi mengajar ini dilakukan melalui tautan link dari Kemendikbud Ristek. Setelah itu diminta upload beberapa dokumen. “Harus bersaing dengan sekitar 1.500 pendaftar lain dari seluruh di Indonesia. Alhamdulillah bisa membawa nama Universitas Muhammadiyah Aceh,” kata Hafnidar, Rabu, 15 Juni 2022. Ia menyampaikan program ini merupakan salah satu dari program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Program ini bertujuan untuk menawarkan pengalaman pembelajaran yang lebih dinamis, kompetitif. Kemudian, memberikan kesempatan perguruan tinggi untuk berkolaborasi dengan praktisi dunia kerja dalam menyelenggarakan pembelajaran dengan pendekatan praktis dan aplikatif. Serta Sebagai media menjembatani kesenjangan antara perguruan tinggi dan dunia kerja serta industri. “Dari Unmuha hanya saya yang lulus seleksi. Hari ini 15 juni 2022 dilakukan Bimtek untuk reviewer yang lulus seluruh Indonesia sekitar 330 orang,” ungkap Hafnidar. Hafnidar menjelaskan program ini baru perdana dilaksanakan. Sehingga ini kali pertama dirinya mengikuti program ini. Adapun tugas sebagai reviewer praktisi mengajar adalah Memeriksa kelayakan proposal (A) yang disusun oleh perguruan tinggi pengusul, dengan menggunakan format penilaian yang sudah ditetapkan (rubrik penilaian proposal). Selanjutnya, menetapkan kelayakan perguruan tinggi untuk dapat mengikuti program praktisi mengajar, berdasarkan hasil review. Memeriksa kelayakan proposal (B) yang berisi usulan mata kuliah yang diikutsertakan dalam program praktisi mengajar, berdasarkan format penilaian yang telah disediakan. “Serta memverifikasi kelayakan praktisi yang diusulkan oleh perguruan tinggi dan melaporkan hasil penilaian Proposal (B), sesuai format yang ditetapkan, melalui jaringan yang disediakan,” tutur Hafnidar. Untuk diketahui, Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang memiliki tujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna dalam memasuki dunia kerja sekaligus membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui pendidikan tinggi. Program praktisi mengajar (selanjutnya disebut “Program PM”) yang merupakan bagian dari program MBKM, bertujuan untuk menutup kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan Industri dan dunia kerja; mendorong kolaborasi perguruan tinggi dan industri, serta mempersiapkan SDM unggul bagi Indonesia dengan membawa sumber daya manusia unggul dari Industri (praktisi) ke dalam kelas untuk berkolaborasi dengan dosen dalam meningkatkan sense of self, kapabilitas dan kompetensi dari mahasiswa.

Dosen Teknik Sipil Terpilih sebagai Reviewer Nasional Program Praktisi Mengajar Read More »

Fakultas Teknik Unmuha Yudisium 59 Mahasiswa dari Dua Prodi

FT UNMUHA – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) melaksanakan yudisium sarjana terhadap 59 mahasiswa Fakultas Teknik dari dua program studi (prodi) yaitu Prodi Arsitektur dan Prodi Teknik Sipil, Kamis 24 Maret 2022, di Hotel Permata Hati. Dekan FT Unmuha, Dr. Ir. Hj. Hafnidar A. Rani, ST, M.M, IPU, ASEAN Eng, ACPE, menyebutkan total keseluruhan jumlah mahasiswa yang melaksanakan yudisium sarjana sebanyak 59 mahasiswa teknik yang terdiri dari lima orang dari Prodi Arsitektur dan 54 orang dari Prodi Teknik Sipil. “Alhamdulillah, hari ini Fakultas Teknik Unmuha telah melaksanakan yudisium sarjana. Kita berharap mereka mampu bersaing di dunia kerja,” kata Dr. Ir. Hafnidar. Dr. Ir. Hafnidar menjelaskan persaingan di dunia kerja saat ini sangat ketat. Namun dirinya sangat yakin lulusan Fakultas Teknik Unmuha mampu bersaing dengan lulusan-lulusan universitas lainnya di dunia kerja. “Apa yang selama ini didapatkan selama kuliah agar dapat diimplementasikan di luar dan berguna untuk masyarakat,” ujar Dr. Ir. Hafnidar. Kaprodi Teknik Sipil, Ir. Tamalkhani, ST, M.Eng.Sc, IPM, ASEAN Engm, mengatakan lulusan Fakultas Teknik Unmuha khususnya Prodi Teknik Sipil bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat selama masa perkuliahan ke dunia kerja. “Intinya mereka ke depan bisa mengaplikasikan ilmu mereka apa yang sudah didapat di perkuliahan dan bisa berbaur dengan masyarakat,” ujar Ir. Tamal. Menurutnya, penting untuk mahasiswa agar setelah lulus juga melanjutkan peningkatan profesi dengan melanjutkan S2 atau bahkan melampaui itu. “Kita berharap mereka bisa bersiang dengan universitas lainnya. Apalagi sekarang dunia konstruksi sedang giat giatnya dalam pembangunan,” ungkap Ir. Tamal. Selain itu, Ir. Tamal juga menjelaskan saat ini Prodi Teknik Sipil dalam waktu dekat sedang mempersiapkan re-akreditasi Prodi Teknik Sipil. Harapannya, kerja keras yang sedang dipersiapkan tim bisa membuahkan hasil. “Saat ini akreditasi kita B (lebih baik). Kita ingin minimal dapat mempertahankan akreditasi lebih baik,” tutupnya. Kepala Badan Pembina Harian (BPH) Unmuha, Azwar Umri, mengingatkan para calon sarjana untuk sebisa mungkin melanjutkan pendidikan, jangan berhenti sampai sarjana. “Jangan stop di S1, anak-anakku harus lanjut, setidaknya sampai gelar doktor, kalau bisa mencapai guru besar alhamdulillah,” tutur Azwar.

Fakultas Teknik Unmuha Yudisium 59 Mahasiswa dari Dua Prodi Read More »