Page Sipil

Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unmuha Gelar Workshop Kurikulum OBE 2025

Banda Aceh, 31 Agustus 2026 — Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyelenggarakan Workshop Kurikulum OBE (Outcome-Based Education) 2025 sebagai upaya memperkuat implementasi pendidikan berbasis capaian pembelajaran sekaligus mempersiapkan kurikulum yang sesuai dengan standar akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin, 31 Agustus hingga Selasa, 1 September 2026, tersebut dilaksanakan di Ruang Kuliah Magister Rekayasa Sipil, Lantai 2 Gedung Fakultas Teknik Unmuha. Workshop diikuti oleh dosen Program Studi Teknik Sipil dan turut dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unmuha. Kegiatan dibuka oleh Dr. Ir. Tamalkhani, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., selaku Wakil Dekan I Fakultas Teknik Unmuha. Selain membuka kegiatan, Dr. Ir. Tamalkhani juga bertindak sebagai pemateri pertama** dengan materi *“Implementasi OBE dan Standar LAM Teknik dalam Kurikulum.” Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Tamalkhani menekankan pentingnya bagi fakultas dan program studi untuk melakukan peninjauan kembali terhadap kebutuhan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan pendidikan tinggi, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan standar akreditasi. “Fakultas harus melakukan tinjauan kembali terhadap kebutuhan kurikulum saat ini. Dalam waktu dekat Program Studi Teknik Sipil harus melakukan submit, sehingga persiapannya harus dilakukan dari sekarang. Penyelesaian berbagai hal terkait kurikulum juga perlu dilakukan melalui diskusi dan masukan bersama agar kurikulum dapat diterapkan pada semester ini,” ungkap Dr. Ir. Tamalkhani. Ia berharap seluruh rangkaian workshop selama dua hari dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan berbagai rumusan yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Program Studi Teknik Sipil. “Semoga kegiatan selama dua hari ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan serta standar yang ditetapkan,” tambahnya. Sementara itu, Ir. Maimunah, ST., M.Eng., IPM., ASEAN Eng. Ketua Prodi Teknik Sipil bertindak sebagai pemateri kedua. Materi yang disampaikan berfokus pada teknis penyusunan perangkat kurikulum berbasis OBE, meliputi penyusunan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan CPL ke mata kuliah, serta penyusunan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan asesmen berbasis OBE. Melalui materi tersebut, para dosen diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dalam menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran yang selaras dengan prinsip Outcome-Based Education. Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran mahasiswa sebagai salah satu fokus utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pendidikan. Workshop ini juga menjadi momentum bagi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unmuha untuk melakukan evaluasi dan penyelarasan kurikulum secara bersama-sama. Diskusi antar dosen diharapkan dapat menghasilkan masukan konstruktif sehingga kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi standar akreditasi LAM Teknik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mahasiswa, dunia profesi, dan perkembangan bidang teknik sipil. Dengan dilaksanakannya Workshop Kurikulum OBE 2025 ini, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unmuha berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Lengkap »

Kuliah Umum Teknik Sipil Unmuha Bahas Peran Teknik Sipil dalam Penanganan Bencana Longsor

Banda Aceh, 18 Juni 2026 – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dengan tema “Peran Teknik Sipil dalam Penanganan Bencana Longsor” pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Biro Unmuha tersebut diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil. Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang teknik sipil serta pengelolaan lingkungan, yaitu Ir. Suyuti, ST, MT, Ph.D, Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Khairun Maluku Utara, dan Jefriza, ST, M.Sc, Ph.D, Dosen Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Serambi Mekkah. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Unmuha, Dr. Ir. Wahyuni, MT, IPM, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III Fakultas Teknik, serta Ketua Program Studi Teknik Sipil yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan akademik tersebut. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Unmuha menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya peningkatan wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam memahami berbagai tantangan kebencanaan yang dihadapi Indonesia, khususnya terkait bencana longsor yang sering terjadi di wilayah pegunungan dan daerah dengan kondisi lereng yang rentan. Pada sesi pertama, Ir. Suyuti, ST, MT, Ph.D memaparkan materi mengenai “Peran Teknik Sipil – Lereng Longsoran dan Fase Penanganan Longsoran Lereng.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya longsor, karakteristik lereng yang berpotensi mengalami kegagalan, serta tahapan penanganan longsoran mulai dari identifikasi masalah, investigasi geoteknik, perencanaan, hingga pelaksanaan tindakan stabilisasi lereng. Beliau juga menekankan bahwa peran insinyur sipil sangat penting dalam melakukan analisis kestabilan lereng dan merancang berbagai solusi teknis guna meminimalkan risiko bencana. Berbagai metode penanganan seperti pembangunan dinding penahan tanah, sistem drainase lereng, perkuatan tanah, serta pengelolaan tata guna lahan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi longsor. Sementara itu, pada sesi kedua, Jefriza, ST, M.Sc, Ph.D menyampaikan materi tentang “Strategi Teknik Sipil untuk Mitigasi Longsor di Aceh Tengah.” Dalam pemaparannya, beliau mengulas kondisi geografis dan topografi wilayah Aceh Tengah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana longsor akibat dominasi kawasan perbukitan dan pegunungan. Beliau menjelaskan bahwa mitigasi longsor memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara aspek teknik, lingkungan, dan sosial. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain pemetaan daerah rawan longsor, perencanaan infrastruktur yang memperhatikan kondisi geologi dan hidrologi, penguatan sistem drainase, rehabilitasi vegetasi pada lereng kritis, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Kegiatan kuliah umum berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapatkan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan terkait perencanaan konstruksi pada daerah rawan longsor, teknologi mitigasi terkini, hingga studi kasus penanganan longsor di berbagai daerah menjadi topik diskusi yang menarik selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unmuha berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran teknik sipil dalam penanganan dan mitigasi bencana longsor, sehingga mampu menjadi calon insinyur yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan tangguh terhadap bencana.

Baca Lengkap »