
Kuliah Umum Teknik Sipil Unmuha Bahas Peran Teknik Sipil dalam Penanganan Bencana Longsor
Banda Aceh, 18 Juni 2026 – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dengan tema “Peran Teknik Sipil dalam Penanganan Bencana Longsor” pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Biro Unmuha tersebut diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil. Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang teknik sipil serta pengelolaan lingkungan, yaitu Ir. Suyuti, ST, MT, Ph.D, Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Khairun Maluku Utara, dan Jefriza, ST, M.Sc, Ph.D, Dosen Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Serambi Mekkah. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Unmuha, Dr. Ir. Wahyuni, MT, IPM, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III Fakultas Teknik, serta Ketua Program Studi Teknik Sipil yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan akademik tersebut. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Unmuha menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya peningkatan wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam memahami berbagai tantangan kebencanaan yang dihadapi Indonesia, khususnya terkait bencana longsor yang sering terjadi di wilayah pegunungan dan daerah dengan kondisi lereng yang rentan. Pada sesi pertama, Ir. Suyuti, ST, MT, Ph.D memaparkan materi mengenai “Peran Teknik Sipil – Lereng Longsoran dan Fase Penanganan Longsoran Lereng.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya longsor, karakteristik lereng yang berpotensi mengalami kegagalan, serta tahapan penanganan longsoran mulai dari identifikasi masalah, investigasi geoteknik, perencanaan, hingga pelaksanaan tindakan stabilisasi lereng. Beliau juga menekankan bahwa peran insinyur sipil sangat penting dalam melakukan analisis kestabilan lereng dan merancang berbagai solusi teknis guna meminimalkan risiko bencana. Berbagai metode penanganan seperti pembangunan dinding penahan tanah, sistem drainase lereng, perkuatan tanah, serta pengelolaan tata guna lahan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi longsor. Sementara itu, pada sesi kedua, Jefriza, ST, M.Sc, Ph.D menyampaikan materi tentang “Strategi Teknik Sipil untuk Mitigasi Longsor di Aceh Tengah.” Dalam pemaparannya, beliau mengulas kondisi geografis dan topografi wilayah Aceh Tengah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana longsor akibat dominasi kawasan perbukitan dan pegunungan. Beliau menjelaskan bahwa mitigasi longsor memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara aspek teknik, lingkungan, dan sosial. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain pemetaan daerah rawan longsor, perencanaan infrastruktur yang memperhatikan kondisi geologi dan hidrologi, penguatan sistem drainase, rehabilitasi vegetasi pada lereng kritis, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Kegiatan kuliah umum berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapatkan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan terkait perencanaan konstruksi pada daerah rawan longsor, teknologi mitigasi terkini, hingga studi kasus penanganan longsor di berbagai daerah menjadi topik diskusi yang menarik selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unmuha berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran teknik sipil dalam penanganan dan mitigasi bencana longsor, sehingga mampu menjadi calon insinyur yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan tangguh terhadap bencana.











