Kamu Mahasiswa Teknik? Coba Terapkan 5 Jenis Metode Pembelajaran Ini

FT UNMUHA – Di perguruan tinggi banyak jurusan yang bisa dipilih dari rumpun Saintek maupun Soshum.

Bagi kamu yang suka belajar dengan praktik, Fakultas Teknik bisa dipilih. Ada banyak sekali jurusan Teknik yang bisa dipilih, mulai dari Teknik Sipil hingga Teknik Industri.

Namun tak bisa dipungkiri bahwa memilih jurusan Teknik juga butuh perjuangan karena berbagai tugas dan kuliah praktik.

Agar tidak keteteran saat kuliah, mahasiswa jurusan teknik bisa memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuannya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ada 5 metode belajar yang dapat diterapkan bagi mahasiswa Fakultas Teknik. Metode pembelajaran ini tidak hanya memudahkanmu dalam menjalankan aktivitas belajar tapi dapat meningkatkan fokus dan kualitas belajar.

Melansir dari laman Fakulas Teknik Universitas Pasundan (Unpas), Kamis (5/5/2022), berikut 5 metode pembelajaran yang bisa diterapkan para mahasiswa Fakultas Teknik.

1. Teknik Pomodoro

Teknik Pomodoro diambil dari bahasa Italia yang berarti tomat. Teknik ini dikembangkan oleh mahasiswa bernama Francesco Cirillo pada tahun 80an. Teknik Pomodoro menjadi solusi manajemen waktu dan teknik fokus bagi kamu yang memiliki tugas banyak namun merasa kekurangan waktu.

Teknik ini cukup sederhana, kamu hanya perlu bekerja selama 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit. Siklus ini diulang sebanyak 4 kali, setelah 4 siklus terleawti kamu bisa beristirahat lebih lama, yakni sekitar 15-20 menit.

Teknik ini dirancang agar mudah diimplementasikan dan memberi hasil yang maksimal dari segi produktivitas. Mahasiswa hanya perlu menyiapkan timer dan daftar tugas untuk menerapkannya.

Agar lebih fokus, mahasiswa juga harus mengatur ruang belajar senyaman mungkin agar dapat meningkatkan mood serta memberikan konsentrasi penuh terhadap tugas yang akan diselesaikan.

2. Teknik Feynman

Teknik belajar Feynman merupakan teknik belajar yang menitikberatkan tentang bagaimana menyampaikan materi secara sederhana. Teknik ini dikembangkan saintis penerima nobel di bidang fisika tentang Elektrodinamika Kuantum pada tahun 65 yakni Richard Feynman.

Dengan menggunakan teknik Feynman kamu akan diajak untuk berpura-pura melihat materi dari sudut pandang pengajar. Selain itu mahasiswa juga harus benar-benar mengerti dan paham dengan materi tersebut. Baru kemudian kamu dapat menyederhanakannya menjadi materi yang mudah dimengerti.

Kelemahan teknik ini terletak pada bagaimana tingkat pemahamanmu saat belajar. Namun setelah hal itu teratasi maka kamu dapat dengan mudah menjelaskan bahkan menerapkan materi yang sudah dipelajari.

3. Teknik Eat the Frog

Teknik Eat the Frog muncul dalam buku berjudul Eat that Frog! 21 Great ways to Stop Procrastinating and Get More Done in Less Time karya Brian Tracy. Teknik ini diberi nama Eat the Frog (makan katak) sebagai metafora yag mewakili pekerjaan atau kegiatan yang paling penting dan paling susah untuk dikerjakan.

Teknik ini cukup sederhana karena hanya dituntut untuk fokus mengerjakan tugas yang paling sulit dan penting terlebih dahulu di pagi hari. Tracy berasumsi bahwa harus menangani tugas tersulit dan terpenting dalam daftar tugasmu.

Dalam buku karangan Tracy menguraikan 21 tips manajemen waktu dalam merencanakan, memprioritaskan, dan mengambil tindakan terpenting dalam hidupmu.

Kamu hanya perlu menerapkan 5 langkah saja untuk menerapkan teknik ini.

  • Tentukan Katakmu (kumpulan tugas)
  • Pilih tugas yang bisa kamu selesaikan dalam 1-4 jam
  • Pecah tugas menjadi lebih kecil jika diperlukan
  • Persiapkan tugasmu pada malam sebelumnya
  • Makan katakmu (kerjakan tugasmu)

4. Teknik mencatat Cornell

Teknik mencatat Cornell merupakan metode untuk mengambil, mengatur, dan meninjau catatan yang berisi materi. Teknik belajar ini dirancang oleh Profesor Walter Pauk dari Cornell University pada tahun 50an.

Dalam buku berjudul How to study in College yang ditulis Pauk dapat diambil kesimpulan bahwa teknik ini sangat cocok digunakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.

Teknik ini juga dapat meningkatkan kemampuan dalam mengingat karena dalam praktiknya kamu akan melibatkan tangan dalam proses belajar. Hal itu juga dapat memperkuat ingatan.

Penerapan Teknik mencatat Cornell ini cukup mudah. Mahasiswa cukup membagi kertas menjadi tiga bagian dimana bagian terbesar merupakan catatan, bagian kedua terbesar adalah petunjuk, lalu bagian terakhir adalah kesimpulan.

5. Teknik membaca SQ3R

Teknik membaca SQ3R merupakan teknik yang sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. Teknik ini bersifat sistematis dan praktek karena seperti kepanjangan dari SQ3R yakni Survey, Question, Read, Recall / Recite, dan Review.

Jika sebelumnya saat membaca buku terasa sangat membosankan dan hampir tidak paham isi buku tersebut, dengan menerapkan teknik ini pembaca dituntut untuk membaca secara efektif dan efisien. Hal ini bertujuan agar dapat mengambil pengetahuan dari buku yang sedang kamu baca.

Demikian 5 metode pembelajaran yang bisa dicoba mahasiswa Fakultas Teknik. Dengan menerapkan metode pembelajaran sesuai kemampuan diri, kamu tidak akan keteteran menjalani hari-hari menjadi mahasiswa Fakultas Teknik.

Sumber : Kompas.com

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on whatsapp

Komentar

X