January 2024

Tahapan Pengisian KRS Semester Genap 2023/2024

Alur Pengisian KRS: 18 Januari – 09 Februari 2024 1. MEMBAYAR SPP Pembayaran dapat dilakukan pada 7 (tujuh) Bank yang ditunjuk atas nama Universitas Muhammadiyah AcehKLIK DISINI 18 Januari – 09 Februari 2024 5 – 13 Februari 2024 2. PENGAMBILAN KHS DI AKADEMIK Pengambilan KHS dengan memperlihatkan KTM. Pengambilan dibagi menjadi 2 (dua) sesi. Sesi I (10.00 – 12.00), Sesi II (14.30-16.30). KHS di foto copy untuk diserahkan kepada dosen PA. 5 – 13 Februari 2024 6 – 16 Februari 2024 3. PENGAMBILAN FORMULIR KRS MANUAL & KONSEP DI BAGIAN KEUANGAN FT Pengambilan melalui pintu/loket sisi Barat Fakultas Teknik (berdekatan Mesjid kampus) 6 – 16 Februari 2024 4. MELIHAT JADWAL KULIAH Untuk memastikan jadwal mata kuliah rencana yang akan diambil (jadwal dapat dilihat kemudian diwebsite ini) 6 -17 Februari 2024 5. KONSULTASI DENGAN DOSEN PA Mahasiswa membawa: KHS asli, KHS foto copy, Form KRS manual (lembar warna putih & biru), lembar konsep KRS serta mengisi buku Rapor.KLIK DISINI 6 -17 Februari 2024 6 – 16 Februari 2024 6. DAFTAR ULANG & PENYERAHAN KONSEP KRS KEPADA AKADEMIK KRS manual (warna biru) yang telah ditanda tangan dosen PA diserahkan kepada akademik pada kotak/tempat yang tersedia untuk pengaktifkan SIAKAD. KLIK DISINI 6 – 16 Februari 2024 6 -17 Februari 2024 7. MELAKUKAN PENGISIAN KRS ONLINE (SIAKAD) Setelah konsultasi dengan dosen PA, mahasiswa mengisi KRS dan mencetak/print pada menu KRS online sebanyak 2 (dua) lembar untuk ditanda tangan oleh dosen PA. KLIK DISINI 6 -17 Februari 2024 19 Februari 2024 8. KULIAH PERDANA Mahasiswa masuk kelas sesuai pembagian ruangan dan dosen pengampu. 19 Februari 2024

Tahapan Pengisian KRS Semester Genap 2023/2024 Read More »

Cerita Eksklusif dari TRB Annual Meeting, Ajang Terbesar di Dunia Transportasi

Transportation Research Board (TRB) Annual Meeting, sebuah nama yang membekas dalam telinga para praktisi transportasi internasional. Memasuki usianya yang ke seratus tiga, perhelatan ini terus mewarnai dunia penelitian transportasi dengan inovasi terkini, menggambarkan arah trend penelitian masa depan secara global. TRB, sebagai divisi National Research Council di Amerika Serikat, yang awalnya eksklusif untuk para profesional di Amerika Serikat, berkembang menjadi acara internasional terbesar. Kini, TRB Annual Meeting ke-103 mengisi Walter E. Washington Convention Center, Washington, DC, Amerika Serikat, selama 5 hari pada 7-11 Januari 2024. Berbeda dengan konferensi ilmiah lainnya, TRB Annual Meeting tidak memanjakan pesertanya dengan pembukaan yang mewah, toolkit eksklusif, atau hidangan lezat. Seorang peserta hanya mendapatkan satu bet nama dan satu buku program berisi jadwal serta lokasi orasi ilmiah selama 5 hari. Kalau mau makan, informasi tentang lokasi kantin atau tempat makan terdekat diberikan agar peserta dapat dengan mudah mencari dan membeli makanan sendiri. Sertifikat pun tak diberikan kepada peserta. Meskipun demikian, mahasiswa harus merogoh kocek hampir US$ 500 untuk hadir. Namun, segala keterbatasan itu tidak mengurangi gemerlap pertemuan para profesional transportasi terbesar di dunia. Walter E. Convention Center, sebagai fasilitas elit di pusat ibu kota Amerika Serikat, menghadirkan fasilitas seluas 6.5 hektar dengan peralatan konferensi yang sangat lengkap dan keamanan yang terjaga secara profesional. Salah satu pengalaman yang mencengangkan adalah bertemu langsung dengan tokoh-tokoh yang karya-karyanya menjadi dasar penelitian saya. John Casola, yang mengembangkan metode baru dalam penentuan temperatur pencampuran dan pemadatan aspal (Cosola Method), serta Geoffrey M. Rowe, salah satu pencipta parameter Glover-Rowe yang penting untuk memprediksi keretakan pada aspal. Dan masih banyak lagi para kontributor dalam pembentukan standar ASTM/AASHTO yang akrab di kalangan profesional transportasi, terutama yang berkecimpung dalam bidang material transportasi. Meskipun fokus utama saya selama acara ini adalah seminar dan lokakarya yang berkaitan dengan material aspal, TRB Annual Meeting mencakup seluruh aspek transportasi, mulai dari material, lalu-lintas, kebijakan, hingga aspek sosial kemasyarakatan dalam transportasi. Tidak mengherankan bahwa acara ini berlangsung selama 5 hari, meski setiap harinya memiliki lebih dari 100 sesi paralel secara bersamaan. Saya sendiri hanya diberikan waktu 1,5 jam untuk mempresentasikan penelitian saya dalam bentuk poster pada hari ke-4. Keunikan lain dari TRB Annual Meeting adalah keberagaman pesertanya. Meskipun mayoritas dari 10 ribu peserta adalah akademisi, yang didominasi oleh mahasiswa yang ingin mempresentasikan penelitiannya atau menimba ilmu, selebihnya, peserta berasal dari kalangan profesional seperti kontraktor, konsultan, perusahaan dan pegawai pemerintahan (DOTs = Department of Transportations) – atau di Indonesia, Dinas Pekerjaan Umum. Ini menjadi perbedaan signifikan dengan konferensi ilmiah di Indonesia yang umumnya hanya dihadiri oleh akademisi, dan jika ada pejabat pemerintahan yang hadir, umumnya hanya pada saat pembukaan. Banyak faktor yang menjadikan TRB Annual Meeting sebagai wadah unik di mana peneliti, praktisi, dan pemerintah berkumpul dan berdiskusi dengan antusias. Selain kematangan penelitian, dukungan penuh dari pemerintah Amerika Serikat menjadikan TRB Annual Meeting sebagai ajang yang dinanti oleh para profesional transportasi. Penting untuk dicatat, TRB bukanlah acara yang diadakan oleh salah satu universitas di Amerika Serikat, melainkan oleh lembaga penelitian independen yang didukung oleh pemerintah Amerika Serikat, yaitu National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine (NASEM). Lembaga ini memiliki tugas memberikan masukan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah-masalah kompleks terkait ilmu pengetahuan, keteknikan, dan kesehatan. Kemudian, salah satu acara penting dalam TRB Annual Meeting adalah TRB Committee Meetings, rapat komisi kecil yang terbuka untuk seluruh peserta TRB. Ada sekitar 400 rapat komisi diadakan dalam TRB tahun ini. Setiap komisi ditugaskan secara spesifik untuk membahas perkembangan penelitian di bidang transportasi tertentu dan membahas permasalahan yang dianggap penting untuk dipecahkan ke depan. Hasil pembahasan ini kemudian disampaikan ke badan komisi untuk selanjutnya diteruskan kepada pemerintah. Pemerintah (DOTs) akan merespon usulan ini dengan membuat kebijakan atau membuka penawaran proposal penelitian yang berkaitan dengan hasil rapat komisi TRB. Dan ini menjadikan TRB ajang yang harus dihadiri oleh seluruh profesional transportasi jika ingin tetap update terhadap perkembangan di sektor transportasi dan mengetahui informasi terkini fokus penelitian transportasi ke depan. Secara sederhana, hal ini dapat diibaratkan mirip-mirip dengan alur penyusunan Renstra (Rencana Strategis) di Indonesia, namun melalui pendekatan yang lebih ilmiah dan profesional. Jarak (gap) antara kemajuan penelitian dan penerapan ilmu di Amerika Serikat cenderung kecil, terutama karena para profesional (akademisi, praktisi, dan pemerintah) dapat berdiskusi bersama dalam satu agenda. Hal ini tentu saja jauh dengan kondisi di Indonesia saat ini, sederhana saja, kalau kita bertanya, seberapa banyak penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen di Indonesia yang telah dipublikasikan di jurnal ternama, dan berapa persen dari hasil penelitian itu yang benar-benar diaplikasikan di lapangan dan dijadikan standar spesifikasi dalam peraturan pemerintah? Mungkin impian saya terlalu tinggi untuk berharap Indonesia memiliki acara sekelas TRB, yang mampu menyatukan akademisi, praktisi, dan pemerintah untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang ada. Namun, kita bisa memulai dari langkah kecil di kampus UNMUHA tercinta ini. Saya mengusulkan agar saat sidang mahasiswa, penguji tidak hanya terdiri dari akademisi, melainkan juga melibatkan praktisi dari kalangan profesional (kontraktor, konsultan, atau perusahaan swasta) dan pemerintahan yang tentu saja harus memenuhi persyaratan sesuai undang-undang yang berlaku. Ini menurut saya dapat membuka wawasan dan sudut pandang yang lebih luas bagi kemajuan bangsa kita dan memperkecil jarak antara kemajuan penelitian dan penerapan hasil penelitian di Indonesia. *Penulis: Firmansyah, ST, MS, IPM, ASEAN Eng (Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Aceh)

Cerita Eksklusif dari TRB Annual Meeting, Ajang Terbesar di Dunia Transportasi Read More »

“Mereumpok, Meupisah” Pelepasan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) menggelar pelepasan mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan ketiga tahun 2023 dengan tema “Mereumpok, Meupisah” Acara tersebut diadakan di ruang gedung biro lantai dua Universitas Muhammadiyah Aceh. Sejak dimulainya kegiatan PMM pada tanggal 15 September 2023, delapan mahasiswa fakultas teknik dari berbagai daerah di Indonesia telah mengikuti perkuliahan di Fakultas Teknik UNMUHA. Selama program ini berlangsung, mereka juga menjalani 16 kegiatan modul nusantara, termasuk kunjungan ke Mesjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, Museum PLTD Apung, tempat-tempat wisata terkemuka, dan Monumen Nol Kilometer Indonesia di Sabang. Selain itu, para mahasiswa juga memberikan kontribusi sosial Mengadakan Pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan atau workshop di Desa tentang “Kreativitas Pengolahan Bahan Bekas Rumah Tangga menjadi produk yang bernilai jual ”. Acara pelepasan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 12 Januari 2024, dihadiri oleh pimpinan fakultas, yaitu Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Hafnidar A. Rani, ST, MM, IPU, ASEAN Eng, ACPE, APEC Eng, dan Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III. Turut hadir pula dosen, staf, serta pihak terkait yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan PMM ketiga ini. Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Hafnidar A. Rani, ST, MM, IPU, ASEAN Eng, ACPE, APEC Eng. dan Wakil Dekan I memberikan kata sambutan dan menyampaikan rasa terima kasih kepada perguruan tinggi serta mahasiswa yang telah mempercayai dan memilih UNMUHA sebagai kunjungan tempat pertukaran mahasiswa menimba ilmu hingga ingin mengenal adat budaya Provinsi Aceh. Beliau juga mendoakan kesuksesan para mahasiswa setelah kembali ke universitas masing-masing, berharap mereka tidak melupakan kenangan berharga selama berada di UNMUHA. Mahasiswa PMM dijadwalkan kembali ke universitas masing-masing pada tanggal 15 Januari 2024, membawa pulang pengalaman berharga serta pengetahuan baru yang mereka peroleh selama tinggal di Aceh. Sebagai penutup acara, para dosen memberikan souvenir kenang-kenangan perpisahan kepada para mahasiswa PMM, dan acara ditutup dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen berharga selama pertukaran mahasiswa ini. Semoga pengalaman ini tidak hanya menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman mereka tentang budaya, ilmu dan meninggalkan kenangan bagi para mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan antara UNMUHA dengan perguruan tinggi serta mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Mereumpok, Meupisah” Pelepasan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh Read More »

Prodi Manajemen Bencana Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh Gelar Bimbingan Teknis Penyusunan Borang Akreditasi

Program Studi (Prodi) Manajemen Bencana Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) menyelenggarakan bimbingan teknis penyusunan borang akreditasi. Acara ini berlangsung pada hari Kamis, 11 Januari 2024, di ruang seminar Fakultas Teknik UNMUHA. Pemateri pertama dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Ir. Hafnidar A. Rani, ST, MM, IPU, ASEAN Eng, ACPE, APEC Eng, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UNMUHA. Prof. Hafnidar membahas aspek-aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam penyusunan borang akreditasi, memberikan wawasan mendalam tentang standar kualitas yang diharapkan. Pemateri kedua, Bapak Devi Kumala, S.Si, M.T, turut memberikan kontribusi dengan membahas topik terkait, memberikan perspektif tambahan, dan menjelaskan aspek teknis yang relevan dengan proses akreditasi. Acara ini juga dipandu oleh Kepala Program Studi Manajemen Bencana, Widya Soviana, ST, M.Si, IPM. Beliau bertanggung jawab memandu jalannya bimbingan teknis dan memfasilitasi pertanyaan serta diskusi antara peserta dan pemateri. Peserta yang hadir terdiri dari Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, serta dosen, staf, dan pihak terkait Prodi Manajemen Bencana. Bimbingan teknis ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas dan mendalam kepada prodi untuk mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi, yang menjadi tolak ukur mutu dan kualitas pendidikan tinggi. Dekan Fakultas Teknik UNMUHA, Prof. Hafnidar, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas dan eksistensi Prodi Manajemen Bencana di lingkungan Universitas. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat posisi Prodi Manajemen Bencana Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas.

Prodi Manajemen Bencana Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh Gelar Bimbingan Teknis Penyusunan Borang Akreditasi Read More »