Banda Aceh, 22 September 2026 – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (FT Unmuha) melaksanakan Yudisium Sarjana Program Studi Arsitektur dan Program Studi Teknik Sipil Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Diana Convention Hall, Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).
Pada pelaksanaan yudisium kali ini, sebanyak 72 mahasiswa dan mahasiswi dinyatakan sebagai lulusan Fakultas Teknik Unmuha. Dari jumlah tersebut, 64 lulusan berasal dari Program Studi Teknik Sipil, sedangkan 8 lulusan berasal dari Program Studi Arsitektur.
Dari keseluruhan lulusan tersebut, tercatat sebanyak 17 mahasiswa berhasil meraih predikat cumlaude, dengan rincian 13 mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil dan 4 mahasiswa dari Program Studi Arsitektur.
Kegiatan yudisium turut dihadiri oleh dosen dari masing-masing program studi serta orang tua mahasiswa yang memperoleh penghargaan cumlaude. Hadir pula Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Aceh sebagai undangan.
Dekan FT Unmuha: Lulusan Harus Terus Berkembang dan Adaptif
Dekan Fakultas Teknik Unmuha, Dr. Wahyuni, MT, IPM, membuka kegiatan yudisium sekaligus menyampaikan sambutan kepada para lulusan dan orang tua yang hadir.
Dalam sambutannya, Dr. Wahyuni menyampaikan bahwa lulusan Fakultas Teknik Unmuha diharapkan terus mengembangkan kemampuan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.
“Lulusan Fakultas Teknik Unmuha harus terus mengembangkan diri serta adaptif terhadap perkembangan yang ada,” ujarnya.
Dr. Wahyuni juga menyampaikan perkembangan sumber daya manusia di lingkungan Fakultas Teknik. Saat ini, FT Unmuha telah memiliki tiga dosen yang baru menyelesaikan pendidikan doktor (S3), sementara enam dosen lainnya masih sedang menempuh pendidikan S3.
“Kita juga baru saja memiliki lulusan dosen baru dari S3 sebanyak tiga orang, dan ada enam dosen FT yang sedang menempuh S3. Mudah-mudahan semuanya dapat segera menyelesaikan pendidikannya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Dekan FT Unmuha juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses perkuliahan terdapat pelayanan maupun hal-hal yang dirasakan kurang berkenan oleh mahasiswa.
“Mohon maaf jika ada hal yang tidak berkenan dan tidak sesuai dalam pelayanan selama perkuliahan. Terima kasih kepada mahasiswa dan orang tua yang telah mempercayakan Fakultas Teknik Unmuha sebagai tempat untuk menempuh pendidikan,” tutur Dr. Wahyuni.
Mengakhiri sambutannya, Dr. Wahyuni atas nama Fakultas Teknik Unmuha menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium.
“Atas nama Fakultas Teknik Unmuha, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada peserta yudisium hari ini,” ucapnya.
Ketua BPH Unmuha: Sarjana Bukan Langkah Akhir
Sementara itu, Dr. Taufik A. Rahim, S.E., M.Si., selaku Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri pelaksanaan yudisium yang menjadi momentum penting bagi para mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Apa yang kita lakukan hari ini mudah-mudahan mendapatkan ridha dari Allah SWT,” ujarnya.
Dr. Taufik juga menyoroti keberadaan tiga program studi di Fakultas Teknik Unmuha. Menurutnya, keberadaan Program Studi Manajemen Bencana memiliki peran penting, khususnya bagi Aceh sebagai daerah yang memiliki kerawanan terhadap berbagai bencana.
“Di Fakultas Teknik ada tiga program studi. Khususnya Program Studi Manajemen Bencana memberikan pemahaman tentang kebencanaan dan sangat penting dalam kehidupan kita di daerah yang rawan bencana ini, sehingga kita dapat mengatasi masalah bencana yang sangat serius,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Dr. Taufik turut menyampaikan perkembangan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan. Ia menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat 163 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah setelah adanya proses restrukturisasi dan penggabungan beberapa perguruan tinggi. Muhammadiyah juga terus mengembangkan pendidikan tinggi secara internasional, termasuk di Australia dan Malaysia, serta mempersiapkan pengembangan pendidikan tinggi di Singapura dan Thailand.
Di tengah berbagai persoalan kemanusiaan yang dihadapi saat ini, Dr. Taufik menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus menjalankan peran dalam bidang pendidikan, panti asuhan, dan dakwah.
Lulusan Diharapkan Berkontribusi untuk Aceh
Lebih lanjut, Dr. Taufik berharap para lulusan Fakultas Teknik Unmuha dapat mengabdikan ilmu yang telah diperoleh untuk masyarakat dan daerah.
“Dengan adanya yudisium sarjana hari ini, mudah-mudahan lulusan diberikan kemampuan untuk mengabdi dan berbuat untuk Aceh, serta tidak ikut menyumbang pengangguran di Aceh,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa ilmu dan teori yang diperoleh selama berada di ruang perkuliahan perlu diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
“Kesimpulan teori yang diberikan di ruang belajar terkadang tidak sinkron di dalam masyarakat. Karena itu, dunia pendidikan juga harus terus berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, gelar sarjana bukan merupakan akhir dari proses pendidikan. Para lulusan masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti magister maupun doktor, sekaligus terus mengembangkan kapasitas diri agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sarjana bukan langkah akhir. Pendidikan bisa juga berlanjut ke S2 dan S3, dan kita dituntut harus bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Dr. Taufik menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh sarjana baru Fakultas Teknik Unmuha serta berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Selamat kepada sarjana-sarjana baru. Mudah-mudahan Allah menjadikan orang yang berguna bagi masyarakat. Apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah. Terima kasih kepada Dekan Fakultas Teknik dan seluruh jajaran,” pungkasnya.
Yudisium Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini menjadi momentum penting bagi 72 lulusan Fakultas Teknik Unmuha untuk melanjutkan perjalanan ke tahap berikutnya, baik memasuki dunia kerja, mengembangkan kompetensi profesional, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai akademik dan kemuhammadiyahan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh dan masyarakat.