Webinar Diseminasi Kebencanaan: Transformasi Teknologi dan Inovasi dalam Industrialisasi Kebencanaan

Banda Aceh – Program Studi Manajemen Bencana, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyelenggarakan Webinar Diseminasi Kebencanaan bertajuk “Transformasi Teknologi dan Inovasi dalam Industrialisasi Kebencanaan: Rencana Pemulihan sebelum Terjadi Bencana (Pre-disaster Recovery Plan)” pada Selasa, 18 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Biro Unmuha, Banda Aceh.

Webinar ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan, akademisi, serta mahasiswa dalam merancang strategi pemulihan yang terencana sebelum terjadinya bencana, melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam sistem penanggulangan bencana modern.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Unmuha, Dr. Ir. Wahyuni, MT, IPM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan kebencanaan yang aplikatif dan berbasis riset, serta mendorong integrasi teknologi sebagai bagian dari transformasi penanggulangan bencana yang berkelanjutan.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidang kebencanaan. Narasumber utama, Prof. Dr. Ir. M. Dirhamsyah, M.T., IPU, selaku Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memaparkan kebijakan strategis nasional terkait perencanaan pemulihan pra-bencana serta pentingnya industrialisasi kebencanaan dalam mendukung ketangguhan wilayah.

Selanjutnya, Veri Yanti, ST, MT, dan Muhammad Nur Akmal, SE, M.Si, yang merupakan dosen Program Studi Manajemen Bencana Universitas Muhammadiyah Aceh, menyampaikan materi terkait peran akademisi, inovasi teknologi, serta pendekatan perencanaan pemulihan berbasis risiko dan kearifan lokal dalam konteks kebencanaan di Aceh.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, ditandai dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan terkait implementasi pre-disaster recovery plan di tingkat daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Komentar