photo santunan_zpsbs2x7szr.jpg

12 tahun peristiwa memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia sekurangnya 50% bangunan hancur lebur, ribuan korban hilang tidak di temukan dan ribuan pula mayat di kuburkan secara masal.

Gempa yang terjadi pada pukul 7:58:53 WIB dengan Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa berkekuatan 9,3 skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir yang menghantam dataran Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika. Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Adapun hal yang melatar belakangi diselenggarakannya kegiatan ini yaitu untuk mengenang 12 tahun musibah Gempa dan Tsunami yang melanda dataran Aceh dengan mengusung tema “1000 Bunga Harapan Aneuk Teknik Untuk Mengenang 12 Tahun Tragedi Gempa Yang Melanda Bumi Aceh”. 1000 Bunga berarti seribu harapan dianalogikan satu harapan yang hilang tergantikan 1000 harapan baru.

Harapan kami selaku Pelaksana Kegiatan, dengan diselenggarakannya kegiatan ini kembali menggugah perhatian publik terutama kaula muda masyarakat Aceh agar lebih peka dan peduli terhadap sesama dan menepis keberagaman yang menjadi lebel pembatas dalam komunikasi sosialnya.

Penanggung Jawab Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh ( HIMATESIP FT-UNMUHA ) Khalid Rahmadi menjelaskan, ini merupakan program tahunan yang setiap tahunnya diselenggarakan, bertujuan menyadarkan kembali masyarakat khususnya kaula muda tentang sebab akibat bencana yang terjadi beberapa kurun waktu silam, dan menyandarkan pada aspek kepedulian sesama. Menambahkan, kegiatan ini dimulai dengan pembagian 1000 bunga ke beberapa titik keramaian di kota Banda Aceh, bunga dengan simbol “Bunga harapan” ini pihak pelaksana juga menyediakan kotak sumbangan untuk partisipan yang akan memberikan sumbangsih berupa uang seikhlasnya yang kemudian uang tersebut dikumpulkan untuk kunjungan ke sejumlah panti di ruang lingkup Banda Aceh dan Aceh Besar yang menampung anak-anak dan masyarakat korban Tsunami.

Kegiatan ini juga turut melibatkan beberapa instansi dan lembaga sebagai media partner diantaranya, Media PolitikAceh.co, Wings Food, Aceh Vocation, Aceh Info, UKM Senimamuda Unmuha, HiMA FT Unmuha.

Resep Masakan